Workshop Tim Akademisi dan FGD di Surabaya
Surabaya, 26 Juni 2007, BPPNFI Regional IV Surabaya, Jawa Timur. Balai Pengembangan Pendidikan NonFormal dan Informal (BPPNFI) Regional IV di Surabaya dengan anggaran Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan NonFormal (Dit. PTK-PNF) tahun 2008 menyelenggarakan program kegiatan Focussed Group Discussion, sebuah kegiatan untuk mengumpulkan seluruh akademisi yang membantu BPPNFI, BPKB dan SKB yang ada dibawah naungan BPPNFI Regional IV dengan peserta yang hadir saat itu hampir berkisar sekitar 85 orang.
Dalam pembukaannya Erman Syamsuddin, Direktur PTK-PNF, yang didampingi oleh Bapak Cahyono serta Tim Akademisi BPPNFI Surabaya, mengevaluasi pemanfaatan dana block grant tahun 2007 yang diberikan kepada UPT/D yang berada di dalam naungan regional IV dengan 5 Provinsi dan 66 Kabupaten/Kota yang total dana blockgrant yang diterima berkisar sampai 20,4 M, tingkat provinsi hampir 12, 04 M dan tingkat Kabupaten/Kota hampir 8 M. Ia juga mengapresiasi cukup baik karena penyerapan dana BG tersebut hampir berkisar 98%, walau demikian ia menyoroti secara khusus UPT/D yang sampai saat ini masih belum memberikan laporannya ke Pusat dari regional IV yaitu SKB Kabupaten Bima dan SKB Mangatta/Kutai Timur, 2 dari 8 SKB di seluruh Indonesia yang masih memberikan laporan saat ini. Selain daya serap hal yang terpenting lainnya penggunaan dana blockgrant tersebut aga sesuai dengan pedoman yang digunakan dalam penggunaannya. Terakhir, kembali diingatkan bahwa SKB yang tidak memberikan laporan maka pada tahun selanjutnya tidak akan mendapatkan dana blockgrant tersebut.
Kemudian untuk anggaran tahun 2008 saat ini telah dipotong sebesar 20%, maka untuk tahun 2009 sampai saat ini masih dalam pembahasan, ini berkaitan dengan adanya kesepakatan bahwa pembayaran insentif bagi Penilik, TLD dan FDI dibayarkan dari pagu Direktorat PTK-PNF, dana yang akan digunakan hampir sejumlah 63 M, hampir 37% yang digunakan dari pagu awal tersebut. Hal ini sudah barang tentu akan berdampak dengan pelaksanaan program yang akan dilakukan pada tahun 2009.
Berkenaan dengan hilangnya sebagian dana untuk pemberian honor bagi TLD, Penilik dan FDI, maka salah satu program yang akan terkena dampaknya adalah pemotongan pemberian dana blockgrant ke BPPNFI, BPKB dan SKB, sudah barang tentu ini juga akan berdampak kepada keberadaan Tim Akademisi salah satunya. “Oleh sebab itu, keberadaan teman-teman Tim Akademisi agar betul-betul memberikan pemikiran bagi BPKB dan SKB”, ujar Erman Syamsuddin.
Dalam sesi tanya jawab banyak hal yang menjadi perhatian dari para peserta salah satunya peningkatan mutu kualifikasi bagi PTK-PNF, salahs satunya adalah program konversi hasil diklat yang ditawarkan oleh Direktorat PTK-PNF, walau sampai saat ini masih dalam rintisan. Salah satu peserta, Bapak Kentar, mengharapkan agar antara Ditjen PMPTK, Direktorat PTK-PNF khususnya untuk melakukan dialog dengan Perguruan Tinggi yang dimediasi oleh Dirjen Dikti untuk keberhasilan program ini, salah satunya adalah program kuliah sabtu minggu bagi PTK-PNF atau pembelajaran jarak jauh yang sampai saat ini masih dalam tahapan perdebatan.
Sedangkan untuk pengembangan karir dari PTK-PNF saat ini Direktorat PTK-PNF sedang menganalisa dan memverifikasi tupoksi dari Pamong Belajar dan Penilik sesuai dengan Kepmenpan Nomor 15 tentang Jabfung Penilik dan Kepmenkowasbangpan Nomor 25 tentang Jabfung Pamong Belajar, agar kedua ketenagaan tersebut mempunyuai jenjang karir disertai penghargaan yang jelas, seperti tunjangan dan kesejahteraannya. Dalam akhir sambutannya Erman Syamsuddin mengharapkan agar peran dari Tim Akademisi betul-betul dioptimalkan sehingga dapat memberikan nilai tambah terhadap pengembangan program maupun model yang dilaksanakan di masing-masing UPT/D.
(Admin)