Road Show Dir.PTK-PNF ke Jateng Boyolali, Kabupaten dengan SKB Terbanyak
Boyolali, 27 Juni 2008. Surabaya ditinggalkan dengan Batavia Air menuju Daerah Istimewa Yogjakarta, Bapak Endro, Kepaka BPKB DIY dan Bapak Fauzie, Staf BPKB DIY telah menunggu untuk selanjutnya melakukan perjalanan ke Kabupaten Boyolali. Bahkan di Boyolali telah menunggu Bapak Wartanto, Kepala BPPNFI Regional III Semarang beserta staf.
Banyak hal yang menarik dari Boyolali, ternyata Kabupaten Boyolali mempunyai 5 SKB, berarti Boyolali berpredikat sebagai Kabupaten dengan SKB terbanyak di seluruh Indonesia. Yang sangat membanggakan kita semua adalah bahwa ternyata Boyolali adalah tempat kelahiran dan tumbuhnya Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan sekarang, Bapak Baedhowi, sungguh membanggakan bagi seluruh PTK-PNF bahwa ternyata di kampung Dirjen PMPTK terdapat 5 buah SKB sebagai modal dasar mengembangkan pendidikan nonformal dengan sebaik mungkin.
Pertemuan yang diadakah di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Boyolali ini dihadiri oleh Kepala-kepala SKB di Boyolali, Pengurus Asosiasi/Forum dan PTK-PNF yang ada, semuanya hampir sejumlah 60 orang.
Erman Syamsuddin dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasikan keberadaan 5 SKB yang ada di Kabupaten Boyolali, sudah barang tentu ini akan menjadi sebuah potensi yang amat luar biasa bagi pengembangan pendidikan nonformal untuk dapat berjalan dengan lebih baik lagi. Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa dalam penggunaan dana blockgrant yang diberikan oleh Direktorat agar penggunaannya sesuai dengan pedoman yang diberikan, bila ada persentase penggunaan anggaran agar direvisi terlebih dahulu sehingga tidak menyalahi ketetapan yang telah disepakati. Kemudian ia memaparkan beberapa kabupaten/kota yang mempunyai daya serap yang tidak seratus persen atau kabupaten/kota yang daya serapnya 100% akan tetapi dalam penggunaan anggaran per kegiatannya tidak sesuai dengan pedoman yang ditetapkan.
Setelah paparan dari Direktur PTK PNF pertemuan tersebut dilanjutkan dengan mendengarkan keluh kesah dari PTK-PNF di Boyolali. Dalam keluhan mereka tercuat beberapa hal yang sering kali terdengar yaitu tentang insentif bagi PTK-PNF, pengangkatan TLD menjadi CPNS, nasib Penilik, kesejahtaraan PTK-PNF dan lain sebagainya. Walau demikian ada hal yang cukup menarik dari keluhan mereka adalah bahwa adanya miss communication antara SKB dengan Penilik, bahkan salah satu Kepala SKB mengharapkan Bapak Direktur untuk dapat menjelaskan masing-masing tupoksi dari Penilik maupun SKB.
Bapak Wartanto, Kepala BPPNFI Regional III, dalam sambutannya menawarkan kepada PTK-PNF yang ada di pertemuan tersebut dengan program beasiswa PTK-PNF yang anggarannya didapatkan dari dana blockgrant Direktorat PTK-PNF. Beliau menjelaskan bahwa dari 250 orang kuota yang diberikan sampai saat ini yang sudah mendaftar lebih dari 500 orang. “Walau demikian BPPNFI akan lebih memprioritaskan kepada PTK-PNF yang kuliah pada Perguruan Tinggi yang sudah terakreditasi dan jelas keberadaannya”, ujar Wartanto.
Dalam kesempatan tersebut Wartanto menjelaskan bahwa sesungguhnya antara SKB dan Penilik terdapat perbedaan tupoksi, bahkan ia sempat menceritakan bahwa dalam masa bekerjanya ia sempat mengecap menjadi TLD, Penilik, Pamong Belajar sampai sekarang menjadi Kepala BPPNFI Regional III. Menurutnya sudah jelas bahwa adalah tugas dari SKB sebagai instansi Pemerintah dan PKBM dari masyarakat untuk melaksanakan program pendidikan nonformal, sedangkan Penilik lebih kepada SPEM (Supervisi, Pengawasan, Evaluasi dan Monitoring). “Jadi, apabila ada Penilik yang melaksanakan program pendidikan nonformal sudah menyimpang dari tupoksinya”, tegas Wartanto. “Penilik tugasnya melakukan SPEM, tugasnya mencari mandapatkan masukan-masukan untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada”, tegasnya kembali.
Yang lebih menarik lagi khusus untuk dana pendidikan Wartanto menggambarkan bahwa anggaran Provinsi Jawa Tengah untuk pendidikan hampir 150 M di Jawa Tengah baik dana dari Dekon, DAU maupun Dana Pembantuan, lebih jauh ia menggambarkan bahwa untuk Boyolali ada dana sebesar 5 M untuk pendidikan. Sehingga diharapkan dengan dana tersebut maka pendidikan di Boyolali akan menjadi lebih baik lagi kedepannya.
Akhir pertemuan tersebut Erman mengharapkan agar pendidikan nonformal dapat lebih berkembang dengan baik lagi di Boyolali, ditambah dengan potensi adanya 5 UPTD SKB yang ada. Kemudian ia mengharapkan juga agar setiap instansi atau PTK-PNF melaksanakan tugasnya sesuai dengan tupoksinya demi menjaga stabilitas dan kesinambungan pengembangan program pendidikan nonformal.
(Admin)