Jambore Pelangi HIMPAUDI Jawa Barat
Bilabong, Depok, 22 s.d. 24 Desember 2008
Provinsi Jawa Barat kembali menjadi pelopor gerakan pembaharuan bagi pendidikan nonformal, khususnya HIMPAUDI Jawa Barat dengan mengadakan acara yang disebut dengan ‘Jambore Pelangi’. Acara tersebut dihadiri lebih dari 1200 orang pendidik PAUD dari 26 kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Perhelatan ini menjadi menarik dengan adanya berbagai stan dari perwakilan kabupaten/kota. Berbagai stan tersebut memperlihatkan hasil yang telah dikerjakan oleh pendidik PAUD di tempatnya masing-masing.
Direktur PTK-PNF yang berkesempatan hadir memberikan penghargaan kepada penyelenggara kegiatan yaitu HIMPAUDI Jawa Barat yang diketuai oleh Ibu Anna Anggraini. Dalam pertemuan yang juga dihadiri pengurus DPC HIMPAUDI se Jawa Barat, Ketua HIMPAUDI Jawa Barat, Anna Anggraini, dalam sambutannya menjelaskan bahwa ‘Jambore Pelangi’ akan menjadi ciri khas kegiatan dari HIMPAUDI Jabar. Dijelaskan pula bahwa terselenggaranya acara ini dengan segala kelebihan dan kekurangannya merupakan hasil dari semangat dan militansi pendidik PAUD di Jawa Barat. Terutama, DPC HIMPAUDI Bogor yang telah bersusah payah menjadi tuan rumah pada acara tersebut. Bahkan, dana untuk kegiatan tersebut sebagian berasal dari para pendidik PAUD. Setiap orang memberikan infak sebesar 200 ribu rupiah demi menunjukkan militansi para pendidik PAUD.
Dalam sambutannya, Erman mengemukan lima hal penting yaitu standar minimal penyelenggaraan, kualifikasi, kompetensi, sertifikasi dan insentif bagi pendidik PAUD. Saat ini, pemerintah sudah menetapkan standar minimal dalam penyelenggaraan PAUD. Standar minimal tersebut: harus mempunyai penyelenggara, pendidik PAUD (pamong belajar dan tutor PAUD), dan petugas kebersihan.
Untuk kualifikasi, berdasarkan PP 19/2005 pasal 29, pendidik PAUD minimal D IV atau S1. HIMPAUDI Jabar yang saat ini sedang melakukan kerja sama dengan UNINUS untuk pemenuhan tersebut diharapkan terus melakukannya dengan Universitas lain seperti UPI. Saat ini Dit. PTK-PNF sedang mengembangkan model-model konversi diklat menjadi nilai SKS bagi PTK-PNF pada LPTK-LPTK terpilih.
Pemenuhan kompetensi pendidik PAUD menurut Erman merupakan hal yang paling penting, karena dalam pendidikan nonformal yang terpenting adalah kompetensi bukan kualifikasi. Hal ini berdampak kepada sertifikasi yang dilakukan Direktorat PTK-PNF melalui uji kompetensi.
Pada kesempatan tersebut, Erman juga menginformasikan bahwa saat ini Provinsi Jawa Barat baru memasukkan 10.142 orang dari 59 ribu data yang masuk ke Dit. PTK-PNF untuk diusulkan mendapatkan insentif sebesar 1,2 juta per tahun pada tahun 2009. “Data-data ini akan diklarifikasi kembali. Kami akan cek silang data yang ada, begitu juga dengan nomor rekening serta data verifikasi penerima insentif tahun lalu,” lanjut Erman.
Selain itu, ia juga mengharapkan agar HIMPAUDI Jabar dapat memberikan sumbangan pemikiran atau model-model yang saat ini sedang didiskusikan oleh Dit. PTK-PNF, yaitu pendidikan informal. Menurutnya bagi pengembangan PAUD hal ini menjadi teramat penting untuk dapat memperluas akses program PAUD ke seluruh Indonesia.
Dalam akhir sesi tersebut, Ketua HIMPAUDI Jabar, Anna Anggraini, bersama dengan Direktur PTK-PNF, Erman Syamsuddin, meluncurkan majalah PAUD, Cilukbaaa, sebuah majalah yang berisi pembelajaran PAUD.
Setelah pertemuan awal tersebut, Erman Syamsuddin, melakukan lawatan ke stan-stan yang ada dan melihat berbagai hasil kerajinan dari pendidik PAUD di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Berbagai macam hasil produksi seperti kerajinan tangan, hasil produksi makanan, buku-buku, modul dan produk-produk lainnya.
Selanjutnya diadakan pertemuan dengan seluruh pendidik PAUD di lapangan terbuka yang sedang menantikan waktu untuk dapat menonton film ‘Laskar Pelangi’. Sebuah film fenomenal tentang dunia pendidikan di Indonesia, yang mengambil contoh daerah Bangka Belitung.
Sebelum menonton, Erman menyampaikan apresiasinya sekali lagi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia bahkan mengatakan akan menjadikan perhelatan tersebut sebagai model bagi asosiasi/organisasi PTK-PNF lainnya yang ada di seluruh Indonesia.
(Admin)